UJI IDENTIFIKASI LIPID


              I.      Tujuan Percobaan
Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui bahwa lipida dapat membentuk noda semi transparan pada kertas, mengetahui kelarutan lipida pada pelerut tertentu, dan dapat mengetahui terjadinya pembentukan emulsi dari minyak.

            II.      Prinsip Percobaan
Lipida pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam pelarut organik seperti: eter, kloroform, aseton, benzena atau pelarut non polar lainnya. Minyak dalam air akan membentuk emulsi yang tidak stabil, karena bila dibiarkan kedua cairan akan terpisah menjadi dua lapisan.
Emulsi adalah dispersi atau suspensi stabil suatu cairan yang keduanya tidak saling melarutkan. Supaya terbentuk emulsi yang stabil diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulsifying agent yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan. Cara kerja emulsifier terutama disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat baik pada minyak maupun air. Emulsifier akan membentuk lapisan di sekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan, sehingga mengurangi kemungkinan bersatunya butir-butir minyak satu sama lain. Bahan emulsifier dapat berupa: protein, gum, sabun, atau garam empedu.

          III.      Data Pengamatan
Ø  Uji Kelarutan
Prosedur
Pengamatan
Disediakan 4 tabung reaksi dan tambahkan kedalamnya : tabung I 2 ml air, tabung II 2 ml alkohol dingin, tabung III 2 ml alkohol panas, tabung IV 2 ml kloroform. Masukkan tiap tabung dengan 0,2 minyak, kocok dengan hati-hati.
Ambil 2-3 tetes dari masing-masing tabung tersebut dan teteskan pada kertas saring. Adanya noda yang tertinggal pada kertas saring menunjukkan adanya lemak yang terlarut dalam pelarut tersebut.




Bahan
Tabung 1
Tabung 2
Tabung 3
Tabung 4
Air
2 ml
__
__
__
Alkohol dingin
__
2 ml
__
__
Alkohol panas
__
__
2 ml
__
Kloroform
­­__
__
__­­­
2 ml
Minyak
0,2 ml
0,2 ml
0,2 ml
0,2 ml

Hasil Pengamatan

Hasil
Tabung 1
Tidak larut (tidak ada noda)
Tabung 2
Terbentuk emulsi (ada noda)
Tabung 3
Terbentuk emulsi (ada noda)
Tabung 4
Larut (ada noda)

ØUji Akrolefin
Prosedur
Pengamatan
Disediakan 3 tabung reaksi yang bersih dan kering, lalu masukkan 10 tetes olive oil, gliserol, atau sedikit asam palmitat. Tambahkan pada masing-masing tabung sejumlah sama volume KHSO4, lalu panaskan perlahan diatas api. Perhatikan bau akrolefin yang menusuk hidung, bedakan dengan bau SO4.

Bahan
Larutan KHSO4
Panaskan (Bau)
Olive oil
Tidak ada perubahan
___
Gliserol
Tidak ada perubahan
++++++
Asam palmitat
Tidak ada perubahan
++++

Ø  Uji Lieberman-Burchard Untuk Kolesterol
Prosedur
Pengamatan
Sedikit kolesterol dilarutkan dalam kloroform hingga larut seluruhnya. Tambahkan 10 tetes asam asetat anhidrid dan 2 tetes asam sulfat pekat, kocok perlahan-lahan dan biarkan beberapa menit. Perhatikan perubahan warna yang terjadi.
      Kolesterol dilarutkan dalam kloroform warnanya akan menjadi kecoklatan. Setelah ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrid dan 2 tetes asam sulfat pekat warnanya akan berubah menjadi biru kehijauan.

           IV.      Pembahasan
Ø  Uji Kelarutan
Pada percobaan uji kelarutan didapat hasil tabung pertama tidak larut dan tidak ada noda, pada tabung kedua dan ketiga terbentuk emulsi dan terdapat noda, sedangkan pada tabung keempat larut dan terdapat noda. Hal ini disebabkan lipida dapat larut sempurna dalam kloroform, karena kloroform merupakan pelarut organik.

Ø  Uji Akrolein
Pada uji akrolein diatas, saat masing-masing tabung reaksi yang berisi olive oil, gliserol, dan asam palmitat ditambahkan beberapa ml larutan KHSO4 sebagian besar tidak mengalami perubahan warna. Apabila gliserol dicampur dengan KHSO4 dan dipanaskan akan timbul bau yang tajam khas seperti bau lemak yang terbakar yang disebabkan oleh terbentuknya akrilaldehida atau akrolein. Oleh karena timbulnya bau yang tajam itu, akrolein mudah diketahui dan reaksi ini telah mengandung gliserol seperti minyak dan lemak.
Penambahan pereaksi KHSO4, bertujuan untuk mengkatalisis gliserol yang mungkin ada dalam larutan sampel. Selanjutnya, pemanasan tabung dengan api yang kecil dimaksudkan untuk menghilangkan keberadaan air (H2O) dalam larutan contoh.
Reaksi antara gliserol dan KHSO4 akan menghasilkan akrolein, reaksinya adalah:

Ø  Uji Lieberman-Burchard untuk Kolesterol
Sedikit kolesterol dilarutkan dalam kloroform warnanya akan menjadi kecoklatan, kemudian ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrid dan 2 tetes asam sulfat pekat warnanya akan berubah menjadi biru kehijauan. Warna hijau yang terjadi ini ternyata sebanding dengan kosentrasi kolesterol. Hal ini membuktikan bahwa reaksi Lieberman-Burchard dapat digunakan untuk menentukan kolesterol secara kuantitatif.   

            V.      Kesimpulan
Pada uji kelarutan terbukti bahwa lipida dapat larut sempurna dalam kloroform, karena kloroform merupakan pelarut organik.
Pada uji akrolein menimbulkan bau tajam yang khas seperti bau lemak yang terbakar yang disebabkan oleh terbentuknya akrilaldehida atau akrolein. Oleh karena timbulnya bau yang tajam itu, akrolein mudah diketahui dan reaksi ini telah dijadikan reaksi untuk menentukan adanya gliserol atau senyawa yang mengandung gliserol seperti minyak dan lemak.
Pada percobaan ini membuktikan bahwa reaksi Lieberman-Burchard dapat digunakan untuk menentukan kolesterol secara kuantitatif.

          VI.      Daftar Pustaka
Fessenden & fessenden edisi ke-3. 1982. Kimia Organik Jilid II: Lipid dan Produk Alam yang berhubungan (hal 407). Penerbit Erlangga. Jakarta.
Lechninger, A.L. 1982. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Mathens, C. K,et. 2000. Biochemistry. third edition. Addison-Wesley Publishing Company. San Fransisco.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia: Lipid (hal 51). Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.




0 komentar:

Poskan Komentar

jika Artikel, jurnal atau laporan saya berguna, silahkan coment dan follow ya...
Makasih

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More